Jakarta (ANTARA) - Februari 1858, di sebuah gubuk di Dodinga, Halmahera, antropolog ternama Alfred Russel Wallace terbaring dengan tubuh yang bergantian menggigil dan berkeringat. Malaria menahannya berhari-hari di desa kecil yang dikepung bukit rendah itu.
Di sela demam, gagasan tentang seleksi alam melintas di kepalanya, lalu ia tulis dan kirimkan kepada Charles Darwin di Inggris.
Makalah itu bertanda Ternate, sehingga dunia mengira teori evolusi lahir di pulau rempah tersebut. Jurnal lapangan Wallace yang tersimpan di Linnean Society London mencatat hal