Jakarta (ANTARA) - Kolesterol tinggi kerap tidak menimbulkan gejala sehingga seseorang bisa saja tidak menyadari kondisinya hingga menjalani pemeriksaan darah. Padahal, kadar kolesterol yang tidak terkontrol, terutama kolesterol LDL, dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada stroke.
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik akibat penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan sel-sel otak kekurangan oksigen dan mengalami kerusakan. Penanganan yang terlambat dapat meningkatkan risiko kecacatan hingga kematian.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar