Jakarta (ANTARA) - Industri anime Jepang menghadapi kesenjangan upah dan kondisi kerja di tengah meningkatnya permintaan global terhadap konten animasi, menurut penasihat program Festival Film Internasional Tokyo, Fujitsu Ryota.
Dilansir dari Variety, Senin, Fujitsu mengatakan kesenjangan tersebut terutama terlihat antara studio yang bersedia menggunakan modal sendiri untuk membiayai produksi dan menanggung risiko bisnis dengan studio yang tidak memiliki kemampuan serupa.
“Dengan tingkat kreativitas tinggi yang ditunjukkan para profesional animasi, kompensasi yang mereka terima masih belum sesuai harapan,” kata Fujitsu kepada