JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) berencana menjadikan data transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu acuan dalam menilai kelayakan kredit atau credit scoring bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, pemanfaatan data transaksi QRIS diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil yang selama ini memiliki keterbatasan dalam memenuhi persyaratan kredit perbankan.
Adapun pengguna QRIS saat ini telah mencapai 71 juta orang, dengan jumlah merchant sebanyak 49,4