Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia terlalu baik dalam menjaga hubungan antarnegara, termasuk menghormati kontrak ekspor gas dengan negara mitra. Namun, Bahlil meminta negara lain juga menghargai kepentingan Indonesia di tengah kebutuhan energi domestik.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tetap mematuhi perjanjian ekspor gas ke Singapura meski mengurangi pasokan sebesar 31 juta British thermal unit per hari (million British thermal unit per day/MMBTUD). Pengurangan tersebut setara sekitar 8 persen dari total ekspor gas