Usai dimuntahkan oleh gunung berapi, abu vulkanik akan terbang mengikuti arah angin yang mengirimnya. Tidak hanya ke daratan, abu vulkanik juga bisa jatuh ke berbagai aliran air.
Aliran air dalam hal ini termasuk sungai, danau, embung, sumur dangkal, bak penampungan, hingga kolam budi daya ikan. Pencampuran abu vulkanik di dalam air ini tentu memiliki bahannya sendiri.
Pakar Pencemaran dan Ekotoksikologi IPB University, Prof Etty Riani menyebut tingkat ancaman abu vulkanik di sumber air bergantung pada beberapa faktor dan perlu diperhatikan.