Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia kembali meningkat setelah serangan terbaru di Arab Saudi dan insiden terhadap kapal di kawasan Teluk. Perkembangan ini terjadi menyusul serangan terhadap jalur pipa minyak Saudi serta kemajuan kelompok Houthi di Yaman, yang berpotensi memperburuk gangguan pasokan energi global akibat perang.
Dilansir Reuters, para pedagang minyak memperkirakan harga kembali naik saat pasar dibuka pada Senin (14/9/2026). Pasalnya, perkembangan sepanjang akhir pekan tersebut mengancam pasokan dari Arab Saudi, negara eksportir minyak terbesar dunia.