Liputan6.com, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menemukan 93 persen sampel beras fortifikasi yang diuji belum memenuhi ketentuan. Temuan tersebut mendorong pemerintah menyiapkan langkah tegas terhadap pelaku anomali di sektor perberasan, terutama produk yang mencantumkan klaim tambahan atau pengayaan zat gizi tetapi kandungannya tidak sesuai.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tindak lanjut atas temuan tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat. Ia menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan praktik yang dinilai merugikan konsumen.
"Kami hajar! Kami pertaruhkan