Jakarta (ANTARA) - Institute for Essential Services Reform (IESR) mendorong pemerintah segera memulihkan pasokan BBM di sejumlah wilayah yang masih mengalami kelangkaan untuk menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan mencegah antrean panjang semakin membebani masyarakat.
CEO IESR Fabby Tumiwa mengatakan pemulihan pasokan perlu dituntaskan dalam 7–10 hari ke depan, terutama karena kelangkaan BBM telah berdampak pada pekerja harian, pengemudi angkutan dan ojek, nelayan, petani, pelaku usaha mikro, hingga distribusi pangan.
“Situasi ini membuktikan bahwa penilaian ketahanan energi kita masih berada di