JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan berada di bawah tekanan terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pekan depan.
Pelemahan rupiah dipicu oleh potensi penguatan indeks dollar AS di tengah ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), serta memanasnya konflik geopolitik global.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah pada pekan depan sejalan dengan proyeksi indeks dollar AS yang diperkirakan bergerak dalam rentang 90,30 hingga 100,20.
Menurutnya, rupiah berpeluang melanjutkan tren pelemahan hingga melampaui