Khazanah keilmuan ulama Banjar masih tersebar di berbagai wilayah sehingga membutuhkan inventarisasi, katalogisasi, dan digitalisasi. Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Daurah Tahqiq Eksklusif Sesi 1 yang digelar Beit at-Turath al-Islami Kalimantan di Markaz Beit at-Turath al-Islami Kalimantan, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (11/9/2026).
Filolog dan sejarawan Islam Nusantara, Ginanjar Sya’ban, mengatakan turats ilmu Banjar tersimpan dalam berbagai bentuk, mulai dari manuskrip tulisan tangan hingga naskah cetakan tua. Khazanah tersebut ditulis dalam bahasa Arab dan Melayu serta tersebar