Ada orang yang miskin karena pilihan, tetapi ada pula yang miskin karena keadaan yang sejak awal tidak memberinya banyak pilihan. Ia lahir di keluarga miskin, tumbuh dalam keterbatasan, memperoleh pendidikan seadanya, lalu memasuki dunia kerja dengan keterampilan dan penghasilan rendah. Karena pendapatan kecil, ia sulit menabung atau membangun aset. Ketika memiliki anak, kondisi serupa berpotensi terulang. Kemiskinan akhirnya bukan sekadar keadaan ekonomi, tetapi lingkaran yang sulit diputus.
Inilah kemiskinan struktural. Orang miskin tidak selalu malas. Banyak yang justru bekerja sangat