YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dunia kopi saat ini kian menggeliat. Paradigma masyarakat memindai kopi telah bergeser. Dari ruangan tertutup menjadi ruang terbuka, seperti di warung pinggir jalan, sekarang sudah ada di mana-mana, di banyak tempat.
Kini, Suara Muhammadiyah mengambil potensi itu. Coffe 1915 namanya, angka yang diambil dari kelahiran media ini. Konsepnya disesuaikan dengan culture generasi muda.
“Kita ingin merespon habit mereka salah satunya adalah street coffee atau coffee street. Coffee di jalanan. Nah, sekarang lagi tren itu,” ungkap Deni