Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, memperketat seleksi dan pengawasan terhadap pengemudi kendaraan dinas pejabat pascapenangkapan seorang oknum sopir berinisial WS yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika internasional.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo di Balikpapan, Sabtu, menyatakan bahwa meskipun status pengemudi tersebut merupakan tenaga alih daya (outsourcing) dari pihak vendor, pemerintah daerah selaku pengguna jasa tetap memiliki kewenangan penuh untuk menetapkan kualifikasi yang ketat.
"Selain asesmen sederhana untuk mengetahui identitas dan asal-usul, pengguna jasa juga