Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan diplomat tinggi Amerika Serikat (AS), Zalmay Khalilzad, membeberkan serangkaian kesalahan fatal dan miskalkulasi yang dilakukan negaranya pascatragedi 11 September 2001 (9/11), termasuk invasi ke Afghanistan dan Irak.
Mengutip Al Jazeera, Sabtu (12/09/2026), mantan Duta Besar AS itu mengungkapkan bahwa ketakutan dan kemarahan publik yang memuncak telah mendorong pemerintah untuk mengambil rentetan keputusan gegabah yang mengubah lanskap geopolitik dunia selama bertahun-tahun.
"Kemarahan merupakan faktor urgensi karena orang-orang ingin melihat tindakan: Apa yang akan kita lakukan mengenai