Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah bulan lalu mengangkat tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”. Ada satu pertanyaan yang menurut saya penting untuk direnungkan bersama: setelah seorang perempuan mendapatkan pendidikan, untuk apa ilmu itu digunakan?
Kita sering merayakan keberhasilan pendidikan perempuan dari gelarnya. Kita bangga ketika namanya diikuti sederet gelar akademik, ketika ia memperoleh pekerjaan, membangun karier, menjadi pemimpin, atau mampu berdiri mandiri secara ekonomi. Semua itu layak diapresiasi.
Tetapi pendidikan semestinya tidak berhenti sebagai pencapaian personal. Pendidikan bukan hanya tentang