Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar memberlakukan pembelajaran dalam jaringan bagi peserta didik PAUD hingga SMP mulai 12 September 2026 untuk mengurangi mobilitas masyarakat di tengah antrean BBM.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Jumat, mengatakan kebijakan tersebut menjadi langkah sementara untuk merespons kondisi antrean BBM yang masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Makassar.
"Saya sudah instruksikan ibu Kadis Pendidikan keluarkan edaran agar siswa PAUD sampai SMP sekolah daring, mulai Sabtu (12/9)," ujar Munafri.