TANGERANG, KOMPAS.com - AirNav Indonesia memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau selama 24 jam untuk mengantisipasi dampak letusan terhadap jalur penerbangan, termasuk kemungkinan perubahan rute pesawat.
Jika kawasan penerbangan terdampak, AirNav menyiapkan skema reroute dengan mengarahkan pesawat menjauh dari area berisiko.
“Terkait bencana Gunung Anak Krakatau ini, memang kita tahu bersama bahwa letusan gunung ini tidak sekali terus berhenti, tapi akan terus-menerus. Saat ini selalu kita pantau 24 jam, bekerja sama dengan PVMBG dan BMKG,” ujar Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi