JAKARTA, KOMPAS.com - Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz kembali merosot di tengah eskalasi perang di Timur Tengah.
Kondisi tersebut terjadi ketika kapal tanker dan eksportir energi semakin berhati-hati melintasi salah satu jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan minyak dunia.
Berdasarkan data pelacakan kapal Kpler yang dikutip Reuters, Jumat (11/9/2026), hanya tujuh kapal yang melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam hingga Kamis (10/9/2026), terdiri dari dua kapal yang keluar dan lima kapal yang masuk.
AFP Baliho di bangunan Lapangan Valiasr,