REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Organisasi Muslim Kanada dan seorang tokoh pembela hak asasi manusia terkemuka pada Rabu (9/9/2026) menyambut baik keputusan Ottawa untuk bergabung dengan 11 negara lain dalam langkah yang sudah lama tertunda, tetapi monumental, yakni melarang perdagangan dengan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat Palestina yang dijajah.
Pejabat Urusan Pemerintah dan Kebijakan Publik di Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM), Ahmad Al Qadi, mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Ottawa bahwa organisasinya menyambut baik pengumuman pemerintah mengenai larangan tegas terhadap