Liputan6.com, Jakarta - Perbankan nasional terus menghadapi tantangan pemenuhan kapasitas konektivitas yang berubah secara dinamis dan cepat. Kebutuhan lonjakan data ini umumnya terjadi pada momen-momen kritis, seperti penutupan buku bulanan (month-end), penutupan buku akhir tahun (year-end closing), pemrosesan gaji (payroll processing), hingga skenario pemulihan bencana (disaster recovery).
Kondisi tersebut mendorong tingginya kebutuhan akan infrastruktur digital yang fleksibel, yang mampu menaikkan atau menurunkan kapasitas bandwidth hingga 1 Gbps sesuai dengan kebutuhan operasional harian bank.
President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan