JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan 45 persen penyaluran perlindungan sosial (perlinsos), yakni untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako dan bantuan sembako, terindikasi tidak tepat sasaran.
Tenaga Ahli Kemensos Andy Kurniawan mengatakan, temuan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah memperbaiki basis data penerima bantuan sosial melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Hasil kajian Dewan Ekonomi Nasional, ditengarai 45 persen miss-target. Yang sisanya, 55 persen sesuai desil. Dari sini saja, kita bisa simpulkan, bayangi kalau kita enggak