Jakarta (ANTARA) - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai pos belanja yang fleksibel bisa menjadi opsi penyesuaian bila Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menanggung utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
“Apabila tekanan Whoosh akhirnya memerlukan ruang APBN tambahan, pos pertama yang paling rasional untuk disesuaikan bukan pendidikan, kesehatan, atau bantuan sosial, melainkan belanja yang paling lentur dan berdaya ungkit rendah,” kata Josua saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, kandidat utamanya adalah belanja barang dan