Ramallah (ANTARA) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Kamis (10/9), mengatakan rakyat Palestina menghadapi eskalasi berbahaya dari otoritas Israel, serta tekanan yang bertujuan melemahkan kemampuan untuk tetap bertahan dan mendorong menuju emigrasi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato pembukaan sidang pertama Dewan Revolusioner Gerakan Pembebasan Nasional Palestina (Fatah), yang diterbitkan oleh kantor berita Palestina Wafa.
“Di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, kami menghadapi eskalasi berbahaya oleh otoritas Israel yang ekstremis,” kata Abbas.
“Eskalasi tersebut mencakup perluasan permukiman, terorisme oleh penjajah, penyitaan tanah