REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Tenaga ahli bidang kecerdasan artifisial dan transformasi digital Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc., menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan pengembangan kecerdasan artifisial (AI) nasional harus dilihat dari kemanfaatan nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah diskusi di Jakarta Barat, Kamis.
Hammam Riza menyatakan bahwa kesiapan Indonesia dalam menghadapi AI tidak bisa hanya dinilai dari banyaknya publikasi ilmiah atau paper yang dihasilkan. "Ukuran keberhasilan kita di dalam AI