REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Selatan memastikan rumah sakit umum daerah (RSUD) masih mampu memberikan pelayanan optimal meskipun terjadi lonjakan tajam kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di provinsi tersebut. Peningkatan signifikan ini terjadi dalam empat minggu terakhir pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kualitas udara memburuk.
Kepala Dinkes Kalsel, Diauddin, menyatakan bahwa rata-rata kasus ISPA sebelum karhutla berada pada kisaran 5.000 kasus per minggu. Angka tersebut kemudian melonjak menjadi lebih dari 7.000 kasus per minggu