Jakarta (ANTARA) - Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Khalilur Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur mendorong penyusunan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 dilakukan berdasarkan profesionalisme dan meritokrasi, bukan prasangka politik.
Menurut dia, penilaian terhadap figur yang akan masuk kepengurusan PBNU seharusnya didasarkan pada rekam jejak, kapasitas manajerial, dan integritas, bukan stigma masa lalu maupun afiliasi politik.
"Penyusunan kepengurusan PBNU harus bertumpu pada indikator profesionalisme dan meritokrasi. Sangat tidak rasional apabila dinamika internal dikerdilkan oleh prasangka politik sempit,"