Banjarbaru (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengingatkan penggunaan helikopter pengebom air (“water bombing”) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hanya saat api masih kecil terutama di lokasi yang sulit dijangkau jalur darat.
“Helikopter water bombing itu hanya efektif ketika apinya masih kecil terutama di tempat-tempat yang susah dijangkau satgas darat, digunakan untuk membantu satgas darat memutus kepala apinya,” kata Suharyanto dalam kunjungan kerja mendampingi Wapres Gibran di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis.
Ia menekankan fungsi utama