DAKAR, KOMPAS.com - Senegal terus memacu ambisinya untuk memiliki industri luar angkasa mandiri.
Melalui program antariksa nasional Sensat, para insinyur negara di Afrika Barat tersebut tengah merakit nanosatelit secara mandiri untuk lepas ketergantungan asing.
Satelit terbaru bernama Gaindesat-1B tersebut dirancang untuk mengumpulkan data lingkungan dan iklim.
Perakitan dilakukan di laboratorium steril Universitas Montpellier, Perancis, sembari menunggu rampungnya markas baru Sensat di luar kota Dakar.
Langkah ini menyusul keberhasilan peluncuran satelit pertama Senegal, Gaindesat-1A, pada 2024 yang dibangun atas kolaborasi dengan