KOMPAS.com – Penanganan kawasan hulu Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), dipercepat untuk mengantisipasi banjir susulan serta melindungi permukiman dan lahan pertanian warga saat hujan berintensitas tinggi.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan Sabo Dam Aek Tukka dan Sabo Dam Sigala-gala di Kecamatan Tukka sebagai infrastruktur pengendali sedimen.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan, Tapanuli Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam penanganan bencana di Sumut.
Endapan lumpur sebelumnya berdampak