JAKARTA, KOMPAS.com - Industri pertambangan Indonesia menghadapi tekanan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik global, volatilitas harga komoditas dan bahan bakar, hingga tuntutan untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Kondisi tersebut membuat perusahaan tambang semakin selektif dalam menentukan belanja modal atau capital expenditure (capex).
Di tengah situasi itu, investasi teknologi mulai diarahkan bukan sekadar untuk mengikuti perkembangan teknologi, melainkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)