Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang buy now pay later (BNPL) atau paylater di industri perusahaan pembiayaan masih memiliki peluang pertumbuhan yang besar karena porsi baki debetnya terhadap total pembiayaan baru mencapai 2,45 persen.
“Masih sangat kecil (porsi baki debetnya). Ini sebenarnya peluang bagi industri BNPL untuk menambah porsinya. Kalau bisa 30 persen itu luar biasa, akan meningkatkan sekali pertumbuhan penyaluran pembiayaan,” kata Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Pembiayaan OJK Moch. Riezky F. Purnomo di Jakarta, Kamis.
Berdasarkan informasi