Jakarta (ANTARA) - Kendaraan otonom yang dikembangkan menggunakan kecerdasan artifisial (AI) berpotensi mewarisi bias manusia saat menentukan apakah harus memberi jalan kepada pejalan kaki, berdasarkan penelitian dari King's College London.
Para peneliti mendalami persoalan ini, jauh melampaui pertanyaan mengenai apakah kendaraan harus berhenti dan memberi jalan kepada pejalan kaki yang sedang menyeberang. Pertanyaan yang lebih besar adalah seberapa banyak pengemudi manusia memutuskan untuk berhenti berdasarkan siapa pejalan kaki tersebut.
Penelitian sebelumnya, misalnya, menemukan bahwa banyak orang di Amerika Serikat (AS)