Jakarta (ANTARA) - Indonesia dinilai perlu mendorong BRICS menjadi forum yang moderat dan demokratis, dengan kinerja yang terukur tanpa menimbulkan kesan sebagai blok ekonomi baru yang berpotensi menyaingi blok yang dipimpin Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan oleh pakar Hubungan Internasional Teuku Rezasyah, merujuk pada posisi Indonesia sebagai anggota BRICS yang bergabung pada Januari 2025.
"Target yang perlu dikejar RI menjadikan BRICS sebagai forum yang moderat, demokratis, disertai kinerja yang terukur, tanpa terkesan sebagai sebuah blok ekonomi yang baru dengan potensi