JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Indonesia masih relatif rendah dalam menggunakan produk asuransi.
Kondisi itu tercermin dari tingkat literasi asuransi yang mencapai 42,8 persen, tetapi tingkat inklusinya baru 29,5 persen, menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pengetahuan masyarakat tentang asuransi dan penggunaan produk tersebut.
“Kami baru saja melaksanakan survei terhadap literasi dan inklusi keuangan, termasuk literasi dan inklusi terhadap industri asuransi,” ujar Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Gedung Parlemen