Jakarta (ANTARA) - Mabuk emosional atau yang lebih dikenal dengan emotional hangover dapat terjadi setelah kita merasa sangat kelelahan atau mengalami sesuatu yang menguras emosi sebelumnya.
Psikolog klinis Tracy King dalam siaran Real Simple pada Rabu (9/9) menyebut merasakan emosi yang besar dan intens mengaktifkan sistem syaraf yang mendorong kita beralih ke mode perlindungan diri supaya bisa terus menerus menyesuaikan kewaspadaan, detak jantung, pernapasan, ketegangan otot, dan perhatian sebagai respons terhadap apa yang terjadi.
Penumpukan emosi ini dapat terjadi pada