REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) menargetkan seribu trainer atau pengajar Alquran Braille pada 2030. Target tersebut diusung untuk mempercepat pemerataan pembelajaran Alquran bagi penyandang tunanetra Muslim di Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Pusat ITMI, Ustadz Yogi Madsuni, mengatakan, program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih terbatasnya akses penyandang tunanetra untuk mempelajari Alquran Braille.
"Kenapa muncul 1.000 Mujahid itu karena memang dari tiga juta lebih tunanetra Muslim Indonesia, baru 10 persen yang baru bisa belajar Alquran Braille," ujar Yogi