Jakarta (ANTARA) - Pengamat Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur Andrea Abdul Rahman Azzqy mengatakan bahwa dedolarisasi, atau kebijakan untuk tidak bertransaksi dengan dolar, sangat mungkin menjadi salah satu topik dalam pertemuan puncak (KTT) BRICS.
"Ya, dedolarlisasi sangat mungkin menjadi salah satu topik yang dibicarakan," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (10/9).
Pernyataan itu disampaikan menjelang KTT BRICS yang akan digelar di New Delhi pada 12-13 September 2026.
BRICS sendiri merupakan kelompok negara-negara berkembang yang memiliki peran besar dalam perekonomian global.