JAKARTA, KOMPAS.com - PT Timah Tbk (TINS) tengah menyiapkan pengembangan logam tanah jarang atau rare earth mineral yang terdapat di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) perusahaan.
PT Timah saat ini memiliki IUP di wilayah darat dan lepas pantai Bangka, Belitung, dan Pulau Kundur dengan luas mencapai 473.310 hektar.
Direktur Corporate Strategy & Business Development PT Timah Harry Budi Sidharta mengatakan, perusahaan masih melakukan riset dan pengembangan untuk mengolah logam tanah jarang tersebut.
PT Timah juga menjajaki kerja sama dengan sejumlah