London (ANTARA) - Pimpinan penyedia layanan pengendalian lalu lintas udara utama Inggris, Rabu (9/9), menepis kemungkinan adanya serangan siber setelah gangguan teknis menyebabkan lebih dari 2.000 penerbangan dibatalkan.
Martin Rolfe, kepala eksekutif National Air Traffic Services (NATS), meminta maaf kepada para penumpang setelah gangguan tersebut menyebabkan kekacauan luas pada Selasa dan Rabu.
Dalam wawancara dengan BBC, Rolfe mengatakan bahwa penyelidikan "menyeluruh" akan dilakukan, namun dia menegaskan bahwa serangan siber bukanlah penyebabnya.
Meskipun dia menyatakan sistem kini telah beroperasi secara normal,