Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mempercepat pelaksanaan program Profiling ASN (Pro-ASN) di seluruh Indonesia. Lembaga tersebut menargetkan sebanyak 600 ribu aparatur sipil negara (ASN) mengikuti proses profiling hingga akhir 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya BKN membangun basis data ASN nasional yang lebih lengkap untuk mendukung pengembangan kompetensi, perencanaan karier, hingga penerapan manajemen talenta berbasis merit.
Wakil Kepala BKN Suharmen menegaskan target besar tersebut tidak boleh mengorbankan kualitas pelaksanaan asesmen.
"Walaupun diberikan diskon besar-besaran, walaupun gratis,