Oleh: Bagong Suyanto, Guru Besar Sosiologi Ekonomi dan Ketua Badan Pertimbangan Fakultas (BPF) FISIP Universitas Airlangga
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika eskalasi konflik AS versus Iran kembali memanas, harga minyak mentah dunia pun kembali naik. Seperti dilaporkan berbagai media massa, harga minyak mentah dunia kembali menembus level psikologis 100 dolar Azs per barel, memicu alarm kewaspadaan global yang merisaukan.
Disebut merisaukan, sebab lonjakan tajam minyak acuan Brent yang kini bertengger di kisaran 101,21 dolar AS per barel, bukan sekadar berarti kenaikan