Jakarta (ANTARA) - Pengamat Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur Andrea Abdul Rahman Azzqy menyoroti perlunya pemerintah Indonesia memastikan KTT BRICS dapat dimanfaatkan sebagai instrumen ekonomi, bukan sekadar kunjungan.
"BRICS harus jadi instrumen ekonomi, bukan sekadar panggung retorika atau kunjungan semata," kata Andrea kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Kehadiran Indonesia di KTT BRICS di India, katanya, berlangsung di tengah kondisi politik luar negeri yang semakin menantang.
Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo, diplomasi bebas aktif menghadapi ujian karena hubungan dengan mitra tradisional