Jakarta (ANTARA) - Pakar hukum Feri Amsari, dalam sebuah diskusi di Kanal Sinkos pada 4 September mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menyebutnya sebagai program yang dijalankan tanpa perencanaan dan piloting memadai sehingga mencerminkan cara berpikir kebijakan yang tidak sehat.
Feri mengatakan: "MBG misalnya tanpa ada perencanaan dipaksakan jalan, tanpa ada piloting dipaksakan jalan. Bayangkan dana Rp365 triliun tanpa ada undang-undang." Ia kemudian menghubungkan ketiadaan undang-undang khusus itu dengan tidak adanya pertanggungjawaban pidana ketika terjadi keracunan.
Feri, bahkan mencurigai