Jakarta (ANTARA) - Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mendorong pelibatan sektor swasta secara lebih kuat dalam penyusunan kurikulum dan pelatihan vokasi di Indonesia guna mengatasi ketidaksesuaian keterampilan (skills mismatch) dengan kebutuhan dunia kerja.
Kepala Kantor Perwakilan OECD di Jakarta Massimo Geloso Grosso mengatakan ketidaksesuaian keterampilan masih menjadi persoalan signifikan di Indonesia.
"Kami masih melihat ketidaksesuaian keterampilan yang signifikan di Indonesia, sebagaimana juga terjadi di banyak negara lain di kawasan dan secara lebih luas, dengan pemberi kerja kesulitan