JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Informasi Geospasial (BIG) mencatat detik-detik aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelum meluncurkan erupsi terkuat pada 5 September 2026.
Perubahan aktivitas visual Anak Krakatau ini terekam lewat citra satelit Sentinel-2. Hasil penginderaan jauh itu kemudian diolah melalui platform piksel yang memperlihatkan perubahan kenampakan Anak Krakatau sejak 8 Agustus hingga 5 September 2026.
Direktur Pemetaan Tematik Badan Informasi Geospasial (BIG) Gatot Haryo Pramono menjelaskan, citra satelit dapat memberikan perspektif tambahan untuk memahami perubahan suatu wilayah.
"Penginderaan jauh memungkinkan kita