Tokyo (ANTARA) - Jepang mengalami kekurangan antibiotik penisilin untuk pengobatan sifilis, di tengah kasus infeksi penyakit menular seksual itu masih tinggi di negara tersebut.
Produksi penisilin terhenti akibat kerusakan peralatan di pabrik salah satu produsen antibiotik tersebut. Produksi penisilin itu diperkirakan baru akan kembali berjalan pada akhir tahun 2027.
Penisilin juga merupakan satu-satunya obat yang direkomendasikan untuk mencegah penularan sifilis dari ibu ke anak. Kondisi tersebut mendorong Asosiasi Penyakit Menular Seksual Jepang meminta para tenaga medis memprioritaskan penggunaannya bagi wanita