Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) tengah menyiapkan regulasi dan pengawasan secara bertahap untuk target pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia pada 2032 mendatang. Hal itu didorong dengan pengembangan kapasitas PLTN hingga 35 GW pada 2060.
Plt. Kepala Bapeten Zainal Arifin menyebutkan pihaknya memetakan potensi energi nuklir di Tanah Air dalam strategi dekarbonisasi menuju net zero emission 2060. Ia menegaskan kesiapan pengawasan dan kapasitas regulasi harus dibangun sejak awal secara paralel dengan tahapan program