Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memfokuskan tahap penanganan pascagempa Flores, Nusa Tenggara Timur berkekuatan 7,7 magnitudo pada verifikasi data kerusakan rumah warga, di tengah penyaluran logistik bencana yang telah menembus angka 98,39 persen hingga awal September 2026.
Kepala BNPB Suharyanto di Jakarta, Rabu, menjelaskan bahwa verifikasi data menjadi langkah krusial untuk memastikan ketepatan penyaluran skema bantuan stimulan perbaikan hunian warga terdampak di Pulau Flores.
Direktorat Operasi BNPB mengkonfirmasi secara akumulatif gempa Flores mencatatkan kerusakan fisik yang masif