JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah kembali dibuka.
Namun, pesawat Garuda Indonesia yang terpapar abu vulkanik tidak langsung dioperasikan.
Setiap pesawat harus menjalani pemeriksaan, pembersihan, dan perawatan sesuai kondisi serta petunjuk pabrikan sebelum dinyatakan laik terbang dan kembali melayani penumpang.
“Pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan tindakan yang diperlukan pada masing-masing pesawat,” ujar Direktur Teknik Garuda Indonesia Mukhtaris dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
“Kami memastikan seluruh pemeriksaan dan perawatan yang dipersyaratkan telah diselesaikan